INDEX
PART 1 - Perkenalan - Langsung ada di postingan ini
PART 2 - Keberangkatan
PART 3 - Tiba di Desa
PART 4 - Malam Pertama
PART 5 - Ibu Tua
PART 6 - Informasi Mengejutkan
PART 7 - Suara
PART8-10 Gadis Gadis yang kesepian di rumah terpencil
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil - Part 1
Cerita ini merupakan fiksi, namun isi dari cerita ini sebagian diambil dari serangkaian kisah pengalaman nyata yang dialami oleh penulis dan dicampur dengan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Beberapa kejadian memang benar terjadi dan beberapa kejadian merupakan cerita rekayasa untuk penambahan agar cerita ini menjadi lebih menarik. Semua nama tokoh, nama tempat dan lain-lain telah disamarkan guna menjaga nama baik pemilik aslinya.
Nah mari kita mulai ceritanya.
1 Februari 2015, Yap tepat pada tanggal ini saya mahasiswa jurusan ekonomi yang bernama Dony mendapatkan tawaran menarik dari kampus saya. Saya berasal dari Jakarta, kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta dan sekarang tengah memasuki semester delapan. Menjelang memasuki semester 8 yang ku anggap bakal menjadi semester terakhir untuk perkuliahanku, Aku memiliki banyak waktu luang karena aku hanya tinggal menyelesaikan KKN dan menyusun skripsi (Itupun uda hampir kelar karena data2 skripsinya uda ada dan tinggal dimanipulasi, namun repotnya ya itu nanti minta persetujuan dosen dan revisi2 yang menjengkelkan pastinya dan bisa menghabiskan waktu cukup lama).
Sebelum tanggal 1 Feb, keseharianku cukup membosankan karena terlalu banyak waktu luang, mau memikirkan tentang KKN, tetapi aku masih galau mau KKN di mana, belum ada lokasi KKN yang asik menurutku sampai saat ini. Kebanyakan waktu luangku kuhabiskan untuk berkelana di kampus mencari info2 sputar KKN, hingga suatu waktu aku pergi ke ruangan dosen, bercerita2 dengan dosen dan terakhir sebelum pulang, aku membaca papan informasi yang ada di ruangan dosen, seketika mataku tertuju pada papan informasi yang terdapat selembaran brosur. Brosur tsb bertuliskan :
“Dicari 10 Mahasiswa/I yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa terpencil selama 3 bulan, dana semua ditanggung oleh kampus. Diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang berada di semester 7 ke atas.
Kriteria : Memiliki jiwa pemberani, bisa hidup mandiri, menyukai kehidupan alam desa dan ingin pengalaman seru.
Hadiah : Bagi anda yang belum menyelesaikan KKN, maka KKN dianggap selesai sehubungan dengan kegiatan ini dan mendapatkan nilai A
Bagi anda yang sedang menyelesaikan skripsi, maka nilai Skripsi anda akan langsung mendapatkan nilai A.
Silahkan isi formulir yang dapat diambil di bagian kemahasiswaan, serahkan formulir tersebut ke rektorat paling lambat tanggal 30 Januari 2015. Bagi mahasiswa/I yang kami anggap cocok untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa ini, akan kami informasikan pada tanggal 1 Februari 2015.
Mahasiwa/I akan kami pilih dari berbagai jurusan agar dapat saling melengkapi dan membuat serangkaian program untuk pembangunan desa tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke rektorat.”
Wahhhh !!! Setelah membaca brosur ini, akupun kaget dan cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Langsung kutanyakan ke bagian kemahasiswaan di fakultasku tentang formulir ini dan apakah masih ada kuota kosong untuk kegiatan pembangunan desa ini atau tidak.
Saya : “Pak ! Itu brosur di papan informasi masih berlaku kan Pak? Kira2 masih ada slot kosong utk saya ikut serta gak ?”
Dosen Kemahasiswaan : “Oh brosur itu, setahu saya itu masih terbuka untuk semua mahasiswa di universitas ini. Penutupannya kan di akhir bulan Januari ini. Kenapa? Kamu minat utk ikut ?”
Saya : “Oh jelas minat lah Pak ! KKN dan Skripsi langsung kelar dan nilainya A loh !”
Dosen : “Hehehe iya nak, Bapak juga kaget baca brosur ini, kok bisa ya rektorat langsung izinkan KKN dan Skripsi langsung dapat nilai A.”
Saya : “Loh, memangnya kenapa Pak ? Tahun2 sebelumnya belum pernah ada informasi seperti ini?”
Dosen : “Belum pernah nak. Ini informasi terbaru dan perdana yang pernah Bapak dapatkan. Belum pernah ada kegiatan seperti ini selama bapak mengajar di sini. Ya uda kamu coba apply aja deh, siapa tau kamu bisa terpilih kan, itu untuk 10 orang kapasitasnya loh, coba aja kamu ajak temanmu biar gak bosan. Siapa tau bisa masuk kalian kan, tapi nanti kepastian siapa yang berhak ikut itu jg ditentuin dari rektorat dan kemungkinan kamu dan temanmu tidak bisa lolos barengan, tapi dicoba saja, paling enggak nanti kamu bakal dapat banyak teman baru loh. Nih formulirnya.”
Saya : “Makasih pak, paling enggak saya lolos dari KKN dan Skripsi yang menyusahkan ini Pak. Hehehehe.” (Ketawa cengengesan)
Setelah mendapatkan formulir dari dosen kemahasiswaan fakultasku, Aku langsung bikin group chat via BBM untuk beberapa teman2ku yang berjumlah 4 org termasuk aku yang tentunya masih belum KKN dan Skripsi.
Saya : “Woi, Bro ! Baca nech, Kalian ndak perlu KKN dan bikin skripsi oeeee ! Ikut program ini, seru cui ngabdi di desa, hidup di alam bebas, KKN dan skripsi lgsg kelar. Dana semua ditanggung kampus ! Ikut yok, untuk semua fakultas loh!”
Rudy : “Wew serius tuh? Keknya seru juga loh ! Lu ada formulirnya?”
Victor : “Wakakaka, klo KKN dan skripsi lgsg A , gue masuk cui. Kapan kasi gue form nya ?”
Benny : “Gue ikut apply deh klo kalian semua apply ! Ya moga” aja kepilih semua kita berempat!”
Saya : “Okay, form nya kalian jemput aja ama gua di kampus ya!”
Setelah menghubungi semua teman2 gua, gua pun atur waktu ketemu mreka dan ngasihin formulir untuk mereka isi.
Tepat pada tanggal 1 Februari 2015 pagi hari, HP kami masing2 pun berdering.
Saya : “Woiii brooo ! Gue dapat sms dari rektorat nech ! Gw kepilih untuk ikut loh ! Wakakka, kalian cam mana? Lolos ?”
Rudy : “Gue kagak lolos brooooo… Suram !!!”
Victor : “Lu gak lolos Rud ? Gue lolos nech wkawkakwa, mantap Don ! Bareng2 nikmatin alam desa kita, skalian cuci mata liat cewek2 desa wakwkawka ! Benny gimana?”
Benny : “Gue gak lolos cukkk~ Kok bisa yeee… Padahal pengen banget gue nikmatin alam desa, intinya sih sebenarnya kkn dan skripsi kelar wakwakka.”
Saya : “Sabar yee yang gak lolos wkwkwk, kalian ambil masa langkau aja, barangkali tahun depan ada lagi kegiatan beginian hehehe.”
Rudy : “Taikk lu… Ya uda info2 n cerita2 ye pengalaman xan disana gimana !”
Victor : “Pasti bro ! Eh Don, nanti siang kita ke rektorat bareng deh ya !”
Saya : “Sip bro !”
Siang harinya sehabis makan siang, gue dan Victor langsung menuju ke rektorat dengan mengendarai motor kami masing2. Selama perjalanan kami saling bercerita.
Saya : “Eh bro, bosan gak ya nanti selama di desa, 3 bulan loh. Entah ada pulang or enggak ?”
Victor : “Ya kagak tau, enak sih hidup mandiri dan bebas, tapi klo 3 bulan ndak pulang ya bosan jg, kecuali di desa itu adem dan bnyk hiburan, tapi gue rasa mana bakal byk hiburan, tv, game, inet pasti ga ada or klo pun ada pasti jelek sekali.”
Saya : “Iya juga sich, tapi biarlah, lumayan kan KKN dan Skripsi bisa kelar dalam 3 bulan bersamaan. Bersabar2 aja dah, tujuan kita kan itu. Hehehe”
Victor : “Yoi Bro. Kira-kira 8 peserta lagi cowo apa cewe ya, klo cowo semua bosan juga nech. Btw entah ada yang Chinese or gak ya, pengennya sih klo ada yg cewe Chinese, bisa pdkt-an sekalian hahaha.”
Saya : “Hehehe.. Lu mah mata keranjang wakwkawka.”
Ehem, sampai lupa ngasih tau ke para pembaca, Saya dan Victor ini keturunan tionghoa nih. Sehubungan kuliah kami di universitas swasta yang terkenal di Jakarta, lumayan banyak sih keturunan tionghoa yang kuliah di sini, jadi kami ngarepnya ya itu dapat anggota yang sesama keturunan tionghoa biar bisa sekalian pdkt gt loh ~
Akhirnya kami pun tiba di kantor rektorat, berkumpul di Aula rektorat sesuai yang diinformasikan melalui SMS tadi pagi. Di aula terkumpulah semua anggota yang akan diberangkatkan untuk kegiatan pembangunan desa ini. Ternyata cowo ada 4 orang termasuk gue dan Victor, cewe ada 6 orang. Sebelum pegawai rektorat memulai pemberitahuan informasinya, gue dan Victor saling lirik sana sini sambil ngecek2 siapa aja sih yang bakal berangkat bareng kami.
Wow ! Ternyata dari fisik, gue melihat ada 3 cewe yang seperti non pribumi, 3 lg pribumi dan 2 cowo seperti nya pribumi. Gak hanya itu, gue dan Victor masih ga bisa melepaskan pandangan mata kami melihat anggota2 cewe ini, rupanya ke enam-enamnya pada cantik2 dan memiliki standar di atas rata-rata buat mata kami.. Wow surga dunia nih pikir kami selama menjalani kegiatan pembangunan desa ini, body nya rata2 oke pula tuh, putih-putih lagi. Gileeee cewe sekarang adem ayem buat dipandang HAHAHAHAHA ~ Sambil melihat yg cewe, kami pun melihat yang cowo dan saling menyapa mereka.
Victor : “Halo, kalian yang bakal sama-sama berangkat untuk kegiatan pembangunan desa ya?”
Aldi : “Oh iya, halo, salam kenal ya, namaku Aldi, aku dari jurusan teknik smster 8.”
Victor : “Oh teknik ya, salam kenal deh, gua Victor dan ini temen gua Dony. Gua dari jurusan komputer dan si Dony ini dari jurusan Ekonomi. Salam kenal ya, kami juga smster 8. Kalo kamu bro ?”
Danu : “Aku dari jurusan ilmu komunikasi nih. Semester 8 juga. Btw, uda dapat informasi2 tentang kegiatan pembangunan ini?”
Aldi : “Klo gua sih sama skali belum tau apa2 nih, cuman ya gw suka kehidupan alam bebas aja, biasanya klo hidup di desa kan alamnya bebas. Terus ya KKN dan Skripsi kelar katanya dan ga perlu ngeluarin duit sedikitpun lagi katanya.”
Dony : “Nah betul tuh bro. Setuju banget gua. KKN dan Skripsi kelar, itu intinya pasti kan ?”
Danu : “Iya.. wkwkwk gw sih mikirnya juga kesitu, kelar dan gratis lagi, itung2 liburan tapi sambil ada kerjaan yang ga membosankan.”
Victor : “Same as me dehh.. Berarti intinya kita berempat otaknya sama lah ya hahahah. Btw, lihat tuh cewe2 yang bakal sekelompok ama kita. Cakep dan cantik yahhhh, apa tujuan mreka sama juga ?”
Danu : “Iya cakep2, itu beberapa nonpribumi kayak kalian ber2 deh, terus rata2 enam cewe itu cantik2 semua. Bisa pdkt nech hahaha. Lu jomblo ?”
Victor, Aldi, Gua : “Kami JONESS broooooo ~ Hiksss !” (Muka kasihan)
Di tengah2 keasyikan kami berempat bercerita, tiba2 pegawai rektorat langsung menghidupkan MIC dan mulai memberitahukan seputar informasi tentang kegiatan pembangunan desa ini. (Wah sialan, kami keasyikan cerita sesame cowo, sampai lupa kenalan ama cewe2 sekelompok ini)
Pegawai : “Terima kasih untuk semua mahasiswa/I yang telah hadir di aula ini utk mengikuti kegiatan pembangunan desa terpencil ini. Di sini kalian telah terkumpul semua yang terdiri dari 10 orang dari fakultas berbeda-beda. Saya tidak akan memperkenalkan kalian satu persatu, saya harap nanti kalian bisa saling berkenalan sendiri. Di sini saya akan menjelaskan tentang kegiatan pembangunan desa terpencil ini terlebih dahulu. Bagi kalian yang merasa cocok dan memang ingin ikut terjun ke lapangan, silahkan tanda tangan surat pernyataan kesanggupan untuk berangkat. Bagi kalian yang merasa tidak cocok setelah mendengar penjelasan dari saya. Maka kalian masih dapat mengundurkan diri.”
Victor : “Wew gila Don ! Keknya lumayan menantang dan serius nih kegiatannya.”
Saya : “Gue rasa gitu sih, kok sampai diinfoin gini yah, apa jangan2 ribet or susah kali ya? Atau jangan2 serem cuiii desa terpencil.”
Danu : “Gue sih takutnya serem dan gak aman aja, terus susah gak yah bolak balik kesananya?”
Aldi : “Nah itu yang masih bingung, coba kita dengerin deh. Uda selow aja, kita liat yang cewe2 gimana responnya. Masa kita kalah ama cewe?
Victor : “Wkwkwkwk klo cewe semua OK pergi. Kita mesti pergi ya broo?
Saya, Danu, Aldi : “Sip bro.. Semenegangkan apapun dan sesusah apapun penjelasan dari pegawai rektorat ini, klo semua cewe berangkat. Kita harus berangkat? Deal ?!
Victor : “Deal Bro ! Untuk persahabatan kita berempat yang baru !”
Pegawai Rektorat : (Dengan nada serius) “Baiklah semuanya, mohon dengarkan baik-baik dan kalo perlu dicatat untuk prosedur kegiatan ini ! Silahkan duduk terpisah satu sama lain, tidak boleh ada yang duduk berdekatan, kami tidak ingin kalian sambil berbicara saat saya memberikan penjelasan dan kami tidak mau kalian terpengaruh oleh anggota lain saat saya menjelaskan, silahkan berikan jarak yg cukup jauh dari anggota yang lain dan silahkan isi di kertas yang saya berikan jika kalian SETUJU utk berangkat ataupun TIDAK SETUJU.
Kalian bersepuluh akan diberangkatkan untuk kegiatan pembangunan desa terpencil yang lokasinya berada di provinsi Riau yang tentunya jauh dari tempat tinggal kalian. Desa tersebut sangat terpencil dan jauh dari perkotaan, bisa dibilang benar-benar terletak di alam bebas terbuka, pemandangannya masih hijau dan indah, udara segar dan bersih, sungai-sungai nya bersih, masyarakatnya kebanyakan adalah petani, peternak dan mungkin ada beberapa profesi lainnya. Desa tersebut masih terkenal kuat akan adat istiadat dan nilai-nilai keagamaannya.
Semua biaya keberangkatan, biaya tempat tinggal, biaya keseharian untuk bertahan hidup selama 3 bulan, biaya untuk kegiatan-kegiatan yang akan kalian lakukan dan biaya-biaya lainnya akan didanai oleh kampus sepenuhnya. Semua biaya yang digunakan harus ada laporannya.
Kalian akan diberikan waktu satu minggu sebelum diberangkatkan untuk mempersiapkan diri kalian, meminta izin kepada orang tua, menyiapkan segala kebutuhan, saling mengenal satu sama lain, membuat program-program kegiatan yang kira-kira akan kalian kerjakan nantinya, program ini boleh berubah-ubah setelah kalian sampai langsung di desa tersebut dan menyelesaikan berbagai kepentingan lainnya terlebih dahulu.
Kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan KKN, namun penempatannya lebih jauh dan tentunya kegiatan ini akan lebih menantang. Mengapa demikian ?
Kalian bersepuluh akan diberangkatkan menggunakan pesawat ke provinsi Riau, kemudian sesampai di bandara, kalian akan dijemput oleh travel di sana untuk di bawa ke desa terpencil tersebut. Perjalanan dari bandara ke desa akan memakan waktu cukup lama mungkin sekitar 10 jam. Kalian tidak akan ditemani oleh dosen, dengan kata lain kalian bersepuluh akan berangkat secara mandiri. Kami pihak kampus sudah mengirimkan surat kepada kepala desa di sana dan telah mendapatkan respon yang baik dan mereka setuju untuk menerima kalian di desa nya.
Segala program kegiatan silahkan kalian konsultasikan dengan kepala desa, kami pihak kampus hanya menerima laporan dari kalian dan laporan dari kepala desa. Berhubung kalian jumlahnya sepuluh orang, maka diharapkan kalian dapat saling menjaga satu sama lainnya seperti kegiatan KKN pada umumnya.
Kalian akan diberangkatkan selama 3 bulan dan tentunya sampai saat ini, belum ada informasi kalau kalian boleh pulang sebelum 3 bulan tersebut berakhir. Artinya, selama 3 bulan kalian harus bertahan hidup di sana dan menyelesaikan program kalian. Segala dana yang dibutuhkan akan kami kirimkan, silahkan membawa uang pribadi kalian untuk berjaga2 jika perlu, nantinya semua uang pribadi kalian akan diganti oleh kami sesuai dengan laporan yang kalian buat.
Perlu diketahui, sehubungan desa yang akan kalian tuju adalah desa terpencil, maka tentunya jaringan internet, komunikasi, transportasi dan lain-lainnya akan sedikit susah dan tidak segampang seperti kehidupan kalian di Jakarta.
Pandai-pandailah membawa diri kalian di sana, jadilah kelompok yang bermanfaat dan dapat memajukan desa tersebut. Jika kalian setuju, silahkan tuliskan di kertas yang saya berikan. Bagi yang merasa tidak sanggup. Dipersilahkan untuk meninggalkan aula rektorat ini. Terima kasih.”
Mendengar informasi dari pegawai rektorat ini, kami semua pun terdiam dan saling bertatap-tapan karena kami tidak bisa berbicara karena jarak duduk yang jauh. Berselang beberapa menit, kami berempat tidak melihat para cewe berdiri meninggalkan ruangan, yang artinya semua cewe setuju untuk berangkat ! Berarti kami berempat sesuai janji persahabatan lelaki. Kami harus berangkat juga ~ Ya meskipun Nampak di raut muka kami berempat agak shock, akhirnya kami menyerahkan kertas tersebut kepada pegawai rektorat dan kami pun dipersilahkan berkumpul lagi.
Victor : “Gileee Don… Jauh banget desanya. Agak menegangkan nih.”
Saya : “Yoi, serem sih kedengerannya, tapi mau gimana lagi, tuh cewe2 berangkat semua loh !”
Danu : “Okay bro, berarti kita semua berangkatkan ? Wakakka, selow aja deh, kita ditemenin 6 cewe cantik2 loh, terus kita bisa jadi kayak pahlawan entar di sana lindungin mereka klo ada apa2.. Bener gak ?”
Victor : “Wah cemerlang juga ide lu, gue ampe ga kepikiran kesana gara2 mikirin jauhnya desa itu.”
Aldi : “Hmm… Gue sih nulis setuju seperti janji kita, meskipun agak cemas, tapi jalanin aja deh, anggap tantangan, lagian KKN kan juga begini.”
Saya : (Sedikit termenung dan berbisik dalam hati) Hmm.. Kurasa coba jalanin aja deh, agak menegangkan dan menakutkan sih, tapi gapapalah anggap pengalaman.
Victor yang melihat gue sedikit terdiam dan agak bingung langsung nyamperin dan bilangin ke gua
Victor : “Oeee bro selow lahhh, 3 bulan doank, kita kan uda biasa keluyuran and nginep2an, ga masalah lah, lagian kita juga sering hash ke alam terbuka, aman tuh. Lagian liat tuh cwe-cwe cantik dan manisnya, sexy-sexy lagi, tinggal serumah ama mreka, dekat ama mreka, adem tuh !”
Danu : “Wakakka setuju banget gue bro !”
Dony : “Ya lah ya lah ! Berarti tanggal 8 kita berangkat kan !”
Victor : “Yuppie ! Gue mau kenalan dulu ah sama cewe-cewe nya!”
Sebelum Victor pergi memperkenalkan dirinya, tiba-tiba gerombolan cewe itu datang dan sepertinya mereka uda saling kenal sesama cewe.
Laras : “Hai ! Kenalan donk ~ Gua Laras dari jurusan ekonomi smster 8, dan ini temenku Nadya dari jurusan ekonomi jg smster 8.
Nadya : (Agak malu-malu dan menunduk) “Iya salam kenal yah, saya Nadya.”
Victor : (Langsung natap ke gw dan senyum ngenes) “Oi Bro ! Teman satu jurusan ama lu nech. Cantik2 gini kok lu gak kenalin ke gw? Lu gak kenal ya ?
Saya : (Muka memerah) “Wahhh diem-diem ! Gua gak kenal, ini aja baru pertama kali ketemu. Salam kenal ya, Gua Dony dan nih si ribut ini
Victor namanya. Terus dua lagi itu Aldi dan itu Danu.”
Danu n Aldi : (Pasang tampang COOL sambil ngangguk2) “Salam kenal ya…”
Feby : (Tiba-tiba datang sambil salaman ke kami berempat) “Kenalin yah, nama ku Feby, Aku masih smster 7 jurusan keguruan.” (Sambil senyum manis)
Danu : (Berbisik ke gua) “Woi bro, montok dan cantik loh nih cewe.. Selera gue banget hehehehe.”
Saya : (Sambil menghindar dari Danu) “Eh iya salam kenal yahhh, gua Dony dari jurusan Ekonomi.”
Setelah berkenalan dengan 3 cewe ini, kelihatannya mereka ini pribumi, tapi cantik-cantik loh, kulit putih bersih, wajah bersih, manis rata2 bulat manis dan rambut lurus rapi. Wah idaman dah…
Amelia : “Ehmmm… Kenalin donk, gua Amelia smster 8 juga dari jurusan hukum.”
Victor : (Bisik ke gw lagi) “Wuih brooo kali ini non pribumi nech. Cantik putih manis rambut lurus panjang. Tipe gue banget nech !”
Saya : (Menghindar lagi dari Victor karena agak risih) “Iya.. Salam kenal, gw Dony.”
Aldi : (Bisik ke kami bertiga) “Eh cui, cwe2 kelompok kita kok cakep2 semua ya? Bakal seru nih kegiatan di desanya wakakak”
Angela : “Haloooo… Kalo saya Angela smster 7 dari jurusan kedokteran, Salam kenal yahh.”
Victor : “Wow kedokteran yahhh.. Rawat kami yah kalo ada yang sakit !” (Sambil senyum2 imut gitu dech)
Angela : “Ahahaha bisa aja koko nih ~ Oia nih satu lagi Monica, dia campuran loh Indo Japan, smster 7 jurusan Bahasa.”
Saya : (Sambil ngangguk2) “Yuppp salam kenal yahhh…”
Danu : “Wew… ada yang blasteran yahh.. pantesan agak berbeda…”
Monica : (Agak memerah dan tersipu malu, terlihat jelas karena wajahnya yg putih banget dan matanya yg bulat bersinar) “Ehh iya iya…”
Setelah selesai kenalan, kami berempat para cowo pun berkumpul lagi
Danu : “Waaahhhh mantap kali kelompok kita ini… Cewenya cakep2, Ah urusan di desa belakangan dah, yang penting tinggal bareng, aktivitas bareng sama cewe2 cakep.. Mantap abis ~”
Victor : “Wakakak… Yoi broo… Kalo gt gue ga masalah lagi deh soal berangkat utk kegiatan desa ini. Hajar hajar !”
Aldi : “Gue ngikut broo. Moga2 kegiatan desanya lancar deh hehehehe”
Saya : “Iya deh… Seru sih nampaknya, tapi kondisi desanya gimana yahh…”
Setelah selesai pertemuan di aula rektorat ini dan kami bersepuluh semuanya SETUJU untuk berangkat, maka kami tinggal mempersiapkan segala keperluan kami dalam waktu seminggu dan akan bertemu lagi pada tanggal 8 FEBRUARI 2015 untuk keberangkatannya.
Yahhh kedengarannya sih asik banget yah tinggal bareng dan aktivitas bareng teman-teman baru, apalagi bagi para cowo bisa tinggal bareng cewe-cewe cantik, bahagia banget deh, padahal mereka belum tau seperti apa desa yang akan mereka tinggali nantinya, bagaimana keadaan desa tersebut, yang pasti perlu diketahui, namanya desa terpencil, letaknya jauh dari kota lagi, ga ada inet, jaringan komunikasi dan transportasi susah, wahhh menyeramkan dehhhh…
0 comments:
Post a Comment